10 Juni 2010

Kreasi kain felt/kain flanel


Persediaan kain felt masih saja menumpuk.... padahal lumayan banyak juga kreasi yang sudah saya buat. Tapi memang stok nya banyak jadi ya wajar kalau memang masih banyak.... :)) Bermula dari kebutuhan... dilihat kok kaos anak2 sudah terlihat kumal. Saya memutuskan untuk membeli kaos untuk anak2, kebetulan adik sepupu di bandung usaha kaos oblong. Jadi saya memesan lah lumayan banyak kaos polos. Tangan pendek dan tangan panjang aneka warna..... (ngeborong ya Bu?? itulah reaksi anak2... :))




Setelah jadi.. (warnanya sangat oke..) bagus2 deh.. tapi anak2 protes.. kok tidak ada gambarnya...:)) polos semua bosan!!! AHAAA... saya masih punya stok kain flanel yang banyak.. mulailah saya berkreasi kembali dengan kain2 flanel yang ada.. Kaos di hias dengan gambar2 yang di aplikasi dengan menggunakan kain flanel.... hasilnya?? Lumayan.. anak2 alhamdulillah sangat menyukainya... Tapi tetap saja ada kendala... karena yang mengerjakan aplikasi hanya 1 orang sementara kaos anak2 banyak akhirnya kaos harus menunggu antrian untuk dikerjakan...:)) Sabar ya anak2... tangan ibu hanya 2 nih..... belum lagi kerjaan rumah yang tidak pernah berhenti.... he he.. jadi curhat nih.



Karena ketidak sabaran anak2, beberapa kaos akhirnya di aplikasi dengan memakai boneka2 jadi dan hiasan yang sudah jadi... lumayan menghemat waktu.. dan anak2 lebih cepat bisa memakai kaos sesuai pesanan......... alhamdulillah




Dasar anak2 yang tidak pernah puas dengan kreasi... mereka meminta dibuatkan hiasan untuk sandal2 jepit juga.... wah... ternyata ide nya anak2 bisa juga dijadikan eksperimen ya... cuma maaf anak2... ibu tidak bisa banyak2 berkreasi nih... ibu harus siap2 untuk kegiatan Garasi Baca... :))



02 Juni 2010

dari FB ke sharing ilmu Daur Ulang

Tgl 30 Mei yg lalu adalah jadwal tim Garasi Baca untuk memberikan pelatihan di Panti Asuhan di daerah Kalibata. Ternyata pertemanan di Facebook bisa juga di jadikan ajang untuk berbagi.. alhamdulillah. Awalnya saya meng-app seseorang menjadi teman di FB, namanya agak unik menurut saya ..... :)) . Dia minta berteman setelah membaca blog Garasi Baca. Setelah pertemanan di FB, dia intens bertanya2 tentang kesediaan tim Garasi Baca untuk memberikan pelatihan bagi anak2 panti Asuhan yang di asuhnya.... Saya sangat senang sekali bisa berbagi, karenanya tgl 30 Mei di agendakan menjadi jadwal kegiatan tim.



Dikarenakan anak2 panti sangat bervarisi jenjang umur dan pendidikannya .... supaya lebih konsen atas pelatihan yang akan di berikan, saya memberikan alternatif tema yang akan dijadikan fokus pelatihan... Mau berkreasi dengan botol2 plastik bekas atau dengan kertas koran?? Pilihannya jatuh pada kertas koran. oke lah kalau begitu mbak... :)) tim Garasi Baca mulai menyiapkan segala sesuatunya.



Untuk anak2 TK sampai SD, akan diberikan kreasi kertas koran dengan dijadikan bubur. Saya berharap anak2 TK bisa enjoy dengan kegiatan daur ulang yang difokuskan pada kegiatan mewarnai aneka bentuk boneka dengan bahan dasar bubur kertas koran.



Sementara untuk anak2 SD nya saya berharap mereka lebih bisa memahami cara pembuatan bubur kertasnya. Mulai dari merendam kertas2 koran nya, di blender , dijemur lalu dicampur lem sampai siap untuk di cetak dengan beraneka macam bentuk.

Lho... kalau untuk anak2 SMP dan SMA nya apa dong bu Yanti??

Tenang mbak ......



Untuk anak2 SMP dan SMA nya tim Garasi baca siapkan kegiatan daur ulang : berkreasi dengan gulungan kertas koran. Tentunya dipilih kreasi dengan tingkat kesulitan yang berbeda sesuai jenjang usia anak2. Semoga bermanfaat...





Amiin

17 Mei 2010

Plastisin vs Corn Clay cs Daur Ulang

Anak2 sangat suka berkreasi dengan menggunakan plastisin... mainan semacam lilin yang bisa dijadikan beraneka macam bentuk apapun sesuai kreatifitas. Cuma pengalaman saya yang punya 5 bocah selalu berakhir tidak menyenangkan. Plastisin atau kerennya playdoogh harganya lumayan mahal dan cepat sekali kering. Jadi harus sering2 membeli lagi, apalagi anak2 tidak begitu mahir untuk memilah.. berapa macam warna pun yang dibeli selalu berakhir dengan 1 warna saja yang tidak jelas penampakannya he he....

Dari pengalaman itu saya mencoba mencari alternatif lain. Sewaktu jalan2 ke Gramedia saya menemukan buku "Kreasi Plastisin". Di dalam buku ini plastisinnya membuat sendiri dengan mencampur tepung terigu, tepung tapioka, tepung beras dengan perbandingan 1:1:1 kemudian dicampur dengan lem putih perbandingannya 2,5. Dengan mencampur 50gr terigu, 50gr tepung tapioka dan 50 gr tepung beras dengan 125gr lem putih kita akan mendapatkan plastisin yg siap untuk dikreasikan sama seperti lilin yang biasa saya suka beli untuk anak2. Untuk pewarnaan di buku ini dikatakan bisa mencampurnya dengan cat poster.






Lain waktu kembali jalan2 ke Gramedia saya mulai banyak menemukan buku2 yang berkaitan dengan kreasi corn clay. Saya coba baca buku buku yang ada, ternyata hampir semua campuran tepungnya sama. Diputuskan untuk membeli buku yang ada kaitannya dengan daur ulang yang belakangan tim garasi baca sering lakukan. Judul bukunya : Daur Ulang dan Corn Craft. di buku ini yang dipake sebagai tepung cuma tepung maizena alias tepung jagung dicampur dengan lem putih saja. Dan pewarnaan memakai pewarna makanan.





Tapi yang lebih utama dari buku ini adalah saya bisa mencoba dengan mengkombinasikan apa yang dinamakan corn clay dengan produk daur ulang yang Garasi baca buat. Mulailah saya dan tim melakukan eksperimen dan mencoba membuat corn clay di kombinasikan dalam barang2 daur ulang yang ada. Di bawah ini beberapa contoh barang hasil kreasi tim Garasi Baca.


10 Mei 2010

Pelaksanaan Pelatihan yang tertunda

Setelah tertunda hampir 3 bulan... kesempatan Garasi Baca memberikan kursus kilat keterampilan daur ulang untuk peserta arisan RW13 Jatibening Estate akhirnya terlaksana juga. Pelaksanaan dilakukan tanggal 9 Mei bersamaan dengan acara arisan tersebut.
Dari perbincangan dengan pengurus arisan akhirnya diputuskan bentuk pelatihan adalah membuat hiasan bunga dari plastik bekas botol air minum mineral. Ibu-ibu peserta arisan di berikan 1 paket bahan untuk membuat 2 kuntum bunga lengkap dan selembar kertas berisi tulisan "Fakta penting tentang plastik"



Sebelum acara di mulai, saya menjelaskan dahulu kepada para peserta kenapa kita harus mendaur ulang, dan karena pelatihan kali ini menggunakan plastik maka saya juga mempersiapkan info penting seputar plastik dan mengapa kita wajib melakukan daur ulang.


Acara dilanjutkan dengan praktek membuat bunga dari botol-botol plastik bekas. Alhamdulillah dengan waktu yang hanya 30 menit ibu-ibu bisa menikmati kegiatan kursus kilat ini.


Dalam pelatihan itu, Garasi Baca memajang juga aneka jenis kerajinan yg sudah jadi, ibu-ibu peserta pun ternyata sangat antusias melihat produk-produk yang sudah jadi dan tertarik juga untuk belajar membuatnya.

Garasi Baca "ON AIR"

Tanggal 5 Mei yang lalu... tilp di Garasi Baca berdering, ternyata dari Green Radio 89,2 FM Jakarta. Mas Artha Senna salah satu produser acara Green Profile yang disiarkan setiap hari Senin sampai dengan Jumat jam 3-4 sore mengundang Garasi Baca d'books untuk ditampilkan profile nya dalam acara tersebut pada hari Jumat tanggal 7 Mei 2010.




Green Radio FM, salah satu radio fm yang sangat concern terhadap linkungan, katanya tertarik untuk menampilan Garasi Baca di acara tersebut setelah melihat dan membaca kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan diposting di blog ini.

Ha..ha...jadi ge-er nih.... cuma sayangnya hari Jumat itu saya sudah punya acara yang sangat penting :) yaitu mengunjungi my mom di bandung....


Akhirnya karena Green Radio tetep mau menampilkan Garasi Baca di acaranya, terpaksalah Garasi Baca menampilkan Stuntmannya untuk menggantikan saya mengisi acara bincang-bincang tersebut, ##makasih ya sayang..dah nyempetin nggantiin... :* ##




Alhamdulillah acara berlangsung lancar... dengan dibimbing presenter kawakan Green Radio FM yaitu Mas Boy dan Mbak Malika, acara Green Profile sore itu berjalan dengan lancar dan sukses....

Semoga Garasi Baca juga bisa belajar mengikuti visi dan misi Green Radio FM, yaitu berpartisipasi dalam upaya penyelamatan lingkungan. Dengan Taglinenya “The Eco-lifestyle of Jakarta” Green Radio FM mengajak setiap individu pendengarnya untuk mengubah perilaku mereka menjadi ramah terhadap lingkungan. Pendengar adalah aset dan agen perubahan untuk mewujudkan Jakarta dan sekitar sebagai lingkungan yang nyaman untuk tinggal.