28 Februari 2009

SHOOTING

Setelah disepakati shooting dilakukan tanggal 27 Februari 2009. Dengan harap-harap cemas....karena akan jadi "aktris" dadakan..maka persiapan terus dilakukan.


Bahan-bahan sudah disiapkan dari jauh-jauh hari. Untuk kegiatan meronce...mulai dari bahan-bahan mentah...masih berbentuk kemasan, kemudian yang sudah dilipat-lipat, kemudian yang sudah dironce semua dikumpulkan. beberapa produk jadi pun dibawa untuk dijadikan contoh..seperti tempat pinsil, dompet..dan tas jinjing.

Untuk kegiatan membuat taplak dari sedotan bekas, bahan bahan juga disiapkan yaitu sedotan bekas yang sudah dipotong-potong, dan benang rajut warna warni untuk keperluan merangkai sedotan bekas.

Studio DAAI TV yang sangat dingin terletak dibilangan ITC Mangga Dua lantai 7. Shooting dimulai jam 9.00 pagi.


Untuk kebutuhan shooting 2 episode, dipandu host Mbak Eva Hutagalung masing-masing episode akan berdurasi 8 menit. Memang sangat susah melakukan transfer pengetahuan daur ulang hanya diberikan durasi 8 menit saja. Dimana dalam kondisi normal pelatihan daur ulang meronce maupun membuat taplak biasanya membutuhkan waktu minimal 2 jam untuk bisa menguasai teknik dasar.

Akhirnya, setelah selama kurang lebih 4 jam dengan beberapa kali pengulangan gambar, shooting selesai juga.

Insya Allah katanya acara sharing pelatihan daur ulang ini akan ditayangkan di bulan April 2009.

Garasi Baca mau manggung

Bulan ini Garasi Baca kedatangan tamu. Di mulai dengan telpon ke rumah...bertanya-tanya ttg kegiatan Garasi Baca terutama tentang Pelatihan Daur Ulang.

Ternyata penelpon berasal dari salah satu stasiun TV non komersil...yaitu DAAI TV. Intinya DAAI TV akan mensurvei kegiatan di Garasi Baca khususnya Pelatihan Daur Ulang.


Untuk yang belum mengetahui..DAAI TV adalah salah satu stasiun TV yang saat ini masih non komersil, berada di gelombang 59 UHF Jakarta dan 51 UHF Medan.

DAAI TV akhirnya datang ke Garasi Baca. Diwakili oleh Mbak Yane dan pak driver nya, ngobrol-ngobrolah kita mengenai Daur Ulang.



Mbak Yane sangat tertarik dengan pelatihan daur ulang yang Garasi Baca lakukan, mulai dengan meronce bekas kemasan kopi, mie, minuman dll, membuat taplak dari bekas sedotan, dan merajut dengan benang dari plastik kresek.

Dari wawancara akhirnya...Saya diberi kesempatan untuk shooting mengisi acara HOUSE & LIVING di DAAI TV dengan jam tayang setiap Minggu jam 9 pagi.



Karena diminta untuk mengisi 2 episode maka pelatihan yang akan di share ilmu nya lewat TV adalah meronce kemasan dan membuat taplak dari bekas sedotan.

Senang sekali bahwa Garasi Baca bisa melebarkan sharing ilmu nya kepada pemirsa melalui media TV .

30 Januari 2009

Boneka FELT

Kegiatan untuk mengisi liburan semesteran tidak ada yang special… karena saya selama 1 minggu berlibur di rumah orang tua di bandung… Selebihnya sisa liburan di pakai anak2 untuk membaca dan berkreasi dengan kerajinan tangan yang mereka kehendaki… Salah satunya adalah membuat boneka dari kain felt… Ini bermula dari tugas Kalila anak saya no 3 yang mendapatkan pr dari sekolah untuk membuat boneka dari kain felt… tampaknya pihak sekolah salah memberikan tugas nih… Kayaknya tugas lebih cocok sebenarnya untuk orang tuanya… he he..
Ya sudah lah dengan bekal info photocopy-an yang kurang jelas saya mencoba membuat boneka ‘ayako maruby’ bersama anak saya Kalila… karena ukuran yang sangat kecil saya membuat pola baru dengan ukuran yang diperbesar… Agak memudahkan Kalila untuk berlatih menggunting sendiri pola, karena saya tetap menginginkan dia sadar bahwa ini adalah tugasnya…Saya sekedar membantu…








2009

Wah… tidak terasa bulan pertama di tahun baru dah hampir habis… Padahal belum satupu postingan yang saya lakukan buat blog garasi baca… Maaf banget ya.. Bukan karena tidak ada kegiatan.. Tapi lebih dikarenakan agak sulit berbagi waktu saja… Maklum bulan ini penerimaan murid baru untuk tahun ajaran baru sudah dimulai… Saya harus berburu sekolah SD dan SMP untuk anak saya no 2 dan no 3. Agak sedikit repot…. Tapi alhamdulillah kegiatan garasi baca tetap berjalan.Yang rutin untuk iqro… masih tetap semangat dengan kegiatannya. Senin dan Rabu untuk mengaji dan untuk hari Jum’at kegiatan belajar tata cara wudlu dan shalat.

Untuk kegiatan bermain bersama saja yang setelah liburan semesteran masih belum berjalan.. Maklum anak2 masih sangat tergantung dengan kegiatan Ibunya… Ibu sakit anak ikut sakit… atau ibu libur anak juga ikut liburan juga deh… tidak apa… namanya juga kegiatan bermain bersama… hampir setiap sore mereka pun tetap bermain bersama dengan teman2nya di seputar rumah.. Kalau memungkinkan mereka bermain di taman… Cuma karena cuaca yang belakangan sangat tidak bersahabat membuat anak2 jarang bermain di taman…


Kembali ke kegiatan garasi baca…. Untuk Kegiatan kursus… masih berjalan seperti biasa… tepatnya tgl 15 jan ada peserta kursus terjauh… Dari Belanda… namanya Ny Joke Van Herk. Beliau kebetulan sedang liburan di Indonesia… ingin belajar sulam pita… Kebetulan dia mampir di blog garasi baca …Dengan senang hati pada akhirnya hari itu kami belajar bersama… Mama maaf karena jadwal yang agak padat saya jadi lupa tidak mendokumentasikan kegiatan kita dengan kamera… Saat ini Mama sudah kembali ke Belanda.. Mudah2an ilmu yang didapat bisa bermanfaat di belanda ya Mama…. Peserta2 yang lain pun datang sendiri2 sesuai kesepakatan bersama yang diatur sebelumnya lewat tilp…

07 Desember 2008

PATCHWORK


Dengan semakin nyamannya anak-anak berkegiatan membuat saya merasa mempunyai lebih banyak waktu luang…. Meminjam istilah anak saya no 3 “eksperimen’… saya mencoba untuk lebih mengasah keterampilan tangan dengan membuat “patchwork”. Istilah yang mungkin lebih dipahami adalah kain perca. Memanfaat kain2 perca, bekas potongan2 pola untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna… Mulailah saya berburu kain perca, ada teman di kompleks yang membuka usaha jahit khusus sprei. Saya hub dia dan dapatlah saya kain perca yang alhamdulillah banyak…

Proses dimulai dengan langkah sebagai berikut…


Membuat Pola. Pola disesuaikan dengan besarnya kain2 perca. Pola yang paling mudah adalah dengan bentuk bujur sangkar. Bisa juga bentuk pola segitiga sama sisi dan jajaran genjang. Ke 3 bentuk pola ini sudah bisa dibuat oleh mesin. Waktu ikut bazaar di JBE dalam rangka 17-an lalu, saya sempat melihat stan yang menjual mesin untuk membuat pathwork dengan bentuk pola seperti itu. Yang tidak bisa dilakukan oleh mesin adalah dengan membuat pola segi enam.
Buatlah pola diatas karton yang agak tebal, dan dengan jumlah yang banyak minimal 50 bh.


Setelah pola jadi, guntinglah kain kain perca sesuai dengan pola. Setiap sisi dilebihkan sekitar 1 cm untuk lipatan.









Membungkus pola pola yang sudah ada dengan potongan2 kain perca











Kumpulkan pola yang sudah dibungkus, lalu dipadu padankan sehingga mengahasilkan sambungan pola2.










Setelah itu barulah kita bisa berkreasi dengan kain ukuran yang ada


Kain perca sambungan bisa dijadikan apa saja yang kita mau… seperti: Alas makan, selimut, hiasan bantal, tempat tissue …. Dan banyak lagi…..
Untuk keterampilan satu ini memang sangat membutuhkan kesabaran… dan kasilnya sangat tergantung dari kain2 perca yang ada untuk bisa kita padu padankan sehingga menjadi karya keterampilan yang maniezzzz.


Selamat mencoba yaaa….